galau

Minggu ini gw galau maksimal … Berawal dari event yang diadain Prodi MBA sabtu lalu yang berisi paparan dari berbagai konsentrasi keilmuan tentang mata kuliah pilihan yang akan menjadi dasar Tesis nantinya.

What ? Tesis ? Ohkey, sepertinya sejenak saya lupa klo kuliah S2 ini hanya berlangsung 2 tahun. Bukan 4 tahun seperti jaman S1 dahulu kala. D*mn, I start to enjoy the feeling of being student and the time is running so fast.

Back to the topic … Intinya gw diminta memilih mata kuliah yang bakalan jadi landasan tesis. And here comes the problem. Sampai saat ini gw belum yakin mau ngambil konsentrasi apa. Ada beberapa opsi buat gw pribadi …. Apa gw mau cari aman biar lulus cepet, mau cari yang sesuai banget sm bidang kerjaan sehingga ngumpulin data bakalan gampang, ato mau idealis, sekalian nyari sesuatu yang bener2 bisa bikin S2 gw bermakna (halaahh) … simplenya si, ideal dalam hal ini ya ngambil mata kuliah yang bener2 baru untuk gw pelajari.

Jadi sodara-sodara … ternyata hal ini sanggup bikin gw galau to the max. Dan taraa … pada saat garis matinya tinggal 2 hari lagi (which means today) akhirnya gw mencoba idealis dengan mengambil opsi terakhir -mengambil konsentrasi FINANCE yang gw sendiri ga kebayang itu belajarnya apa-. Udah terlanjur submit, mari kita hadapi dunia antah berantah ini. Smoga gw bisa keluar dengan ‘selamat’ .. Amiiinnnnnnn

 

 

pic taken from here

letting-goKemaren malam, beriringan dengan azan Isya berkumandang, saya dikejutkan dengan BBM seorang teman.

“Telah berpulang ke rahmatullah ibunda dari sahabat kita ……………”

Saya terdiam. Mata saya berkaca-kaca mendapati kabar duka yang barusan saya baca. Tanpa berpikir panjang, saya tuliskan pesan singkat via BBM tanda berduka cita pada sahabat saya itu. Saya tunggu 5 menit .. 10 menit. BBM saya masih berstatus D, berarti belum dibaca.

Saya teringat, 2 hari sebelum kabar duka itu datang, sahabat saya bercerita kalau ibunda nya dirawat di Rumah Sakit akibat kanker yang sudah sangat ganas bersarang di tubuhnya. Berarti ibunda sahabat saya itu meninggal di Rumah Sakit, Dan karena dia anak laki-laki tertua, saya langsung berasumsi dia pastilah sibuk mengurusi kepulangan jenazah almarhumah dari RS. Saya langsung mengerti mengapa BBM saya berstatus belum dibaca. Niat untuk menelpon pun saya urungkan.

Saya lalu mengirimkan pesan berduka cita kepada adik perempuannya yang kebetulan saya kenal. Tidak lama BBM saya dibalas dengan permintaannya untuk memaafkan segala khilaf ibunya ketika masih hidup.

Setelah mengontak beberapa teman yang berdomisili di Jakarta (sahabat saya itu di depok), saya kepikiran untuk berangkat ke Depok, barangkali bisa menguatkan dia dan adik-adiknya atau ikut menyelenggarakan jenazah Ibunda sahabat saya. Tapi lagi-lagi rencana itu batal karena kondisi saya yang tidak memungkinkan. Hanya titipan salam lewat sahabat yang datang berkunjung yang kemudian saya sampaikan.

Hari ini, setelah saya yakin sahabat saya itu tidak lagi dalam kondisi sibuk mengurus ini itu, saya menelponnya. Nada sambungan pertama langsung disambung dengan kata : “Assalamualaikum”, dengan nada yang sangat ringan.

Saya terdiam sejenak, beberapa detik lupa kalau saya sedang terhubung dengan sahabat saya yang pastinya sedang menunggu di seberang sana. Seketika saya tersadar, dan langsung mengucapkan turut berduka cita atas kepergian ibundanya.

Selanjutnya saya mendapati dia bercerita dengan ringannya mengenai ‘Kelegaannya’ akhirnya sang bunda terlepas dari rasa sakit dan penderitaan akibat kanker yang sudah parah. Dengan ringan ia sampaikan, bahwa ia ikhlas karena ia tau inilah yang terbaik buat ibunya. Dia bercerita dengan ringan, sementara saya sibuk menahan air mata yang mulai mengisi rongga mata saya. Apalagi kemudian ia menutup obrolan kami dengan pesan untuk saya yang isinya kurang lebih seperti ini :

Jagain Ibu & Apa (panggilan sy untuk papa) ya. Kalau ada yang terlihat tidak wajar dari mereka, langsung cek kesehatannya. Jangan percaya kalau mereka bilang baik-baik saja sampai kamu benar-benar yakin. Orang tua manapun tidak akan mau mengkhawatirkan anaknya. Kita sebagai anak yang harus peduli. Jangan sampai terlambat.

Dan kemudian yang saya sadari ketika pembicaraan kami berakhir adalah setetes air mata tidak kuat lagi saya pertahankan untuk tidak jatuh ( untungnya sudah lewat jam pulang, hanya sedikit yang tersisa di kantor :D ). Air mata kebanggaan karena sahabat saya itu begitu ikhlas menerima takdir yang terbaik buat ibunya serta air mata keharuan ketika ia yang tengah berduka sempat memberikan pesan yang sangat mendalam buat saya.

Can’t imagine the feeling while letting go is much better than seeing ur beloved one get suffer. But surely, I know how ‘happy’ u to see her ‘free’ as I know how hurt to realize she won’t be with u anymore …

Titiran, March 14th 2013

pic taken from here

Failure is a part of life journey … It gives u a lesson and guide to another success … #selfnote

 

failures

Di postingan terdahulu (read here), saya mengulas tentang kesuksesan dan bagaimana excitednya saya memperoleh kesuksesan setelah memberikan effort maksimal terhadap sesuatu. Seiring waktu, ternyata kesuksesan bukan satu-satunya yang harus saya hadapi. Kegagalan pun ternyata bisa datang menghampiri, kapan pun ia mau.

Dalam hitungan bulan setelah saya memperoleh pencapaian yang sangat memuaskan, Allah memberikan anugerah lagi pada saya. Jika beberapa waktu lalu, Anugerahnya berbentuk kesuksesan, kali ini anugerah lain datang. Dan kali ini ia bernama kegagalan.

Kenapa saya katakan anugerah ? Tidakkah saya kecewa karena telah gagal ?

Tidak munafik, kekecewaan itu pasti ada.  Sebagai manusia biasa, menurut saya sangat wajar rasa kecewa akan hadir karena gagal meraih sesuatu yang diinginkan. Saya salah satu dari manusia biasa itu.  No thing’s extra ordinary in me if we talk about feeling of failure. I do feel that.

Tetapi untuk kali ini, kegagalan ini sangat membantu saya untuk menghilangkan kebimbangan di hati saya. Kegagalan ini membantu saya memilih prioritas hidup untuk masa depan saya. Kegagalan ini memberikan kesempatan untuk saya mengejar mimpi yang memang seharusnya saya kejar, tanpa ‘terganggu’ oleh hal-hal lain. Yap .. Tuhan menganugerahkan kegagalan ini untuk membantu saya.

Walau demikian, kegagalan ini juga harus membimbing saya pada hal lain bernama evaluasi dan improvement diri. Kegagalan ini menghadirkan penyadaran bahwa ada banyak hal yang perlu saya perbaiki dalam diri saya.

Yang pada akhirnya saya pahami adalah, bahwa kegagalan itu adalah bagian dari perjalanan hidup saya. Dan saya paham, Tuhan selalu punya rahasia indah dibalik setiap rencananya …. and I always believe God always know the best for me.

Last but not least, satu quote Malcom S. Forbes yang saya temukan di rumah mbah google

“Failure is succes if we learn from it”

and I do learn ^_^

Pic taken from here

 

images


Every year has its own journey

None of them I’ve passed without Your bless
Thanks Allah for my another year

Actually, this post should be posted yeserday, in the first day of my 28th years based on Mashehi Calender. However, I had a little busy day with college stuff and ended my day with sleep earlier, so that this posting is postponed till this morning.

My another year is coming. Yesterday, Saturday – February 23, 2013, God gave me the 28th year of my life. For every journey I’ve passed and every bless I’ve been given, I couldn’t thank more.

After last few years, yeserday was kinda bit different for me. I celebrated it with my new status as part time employee-full time student (mmmm … I guess I like this more than full time employee and part time student .. Xixixixi :D ). I’m proud of this new status. Not because it brings me to the higher level of my education (and Insya Allah someday, I got my master degree), yet I think I’ve taken ‘big’ decision (please don’t call me over to call it ‘big’ … taking this kind of decision actually need a hard first step for me :D ). After 4,5 years of my office life, finally I’ve done something new. Believe me, the feeling is absolutely different.

My 27th life was awesome. I celebrated the day with my office mate in seafood restaurant near our office. They gave Tango Wafer with candle as my birthday cake – the simplest bday cake ever :D – but it was cool. During that year, I did many things that I’d never expected before. I’d my own journey to Hong Kong for the first time and was having a presentation in front of natives, also my first time to Bali with my semi-backpacker team – my beloved sista and my very best friend whose name are same : RINA :) .  In the office, I got my mutation from Learning Center to HR Information System which is good. As my told before, 27th year was also the time for me to take my big step, registered to post-graduated school that I often avoided before. There were so many thing that God gave me during my 27th life that I couldn’t mention one by one, but the point is God has given me many things. Alhamdulillah …

Although my 27th year was great, I feel so many things need to be improved, especially inside me myself. I still have many bad habits that must be changed. I also have some achievement that I need to make. I guess this time is the right time to make my new life resolution (I didn’t make it in new year :D ). Improving my self, reducing my bad habit (close to the level of zero I hope .. Ameen ), do the best for my study (hopefully I can get another achievement next term), and last but the most : fulfilling my parents dream …  :) (Ameeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeennnnnnn) :) .

This 28th bday was great too. it was seafood again with different place and different mate. Last year was with my office mate, this year is with my collegemate :) . Thanks for all my families and friends who sent me prayers and wishes by Telephone, BBM, facebook, email, twitter, whatsapp  and of course who said it directly. Hopefully these prayers is ‘di-ijabah’ by Allah and the success and happy always be with you too. Special thanks for my very very best friend who shared note titled  Sejuta Cinta : Edisi Nostalgia in my special day. You succesfsful made me cry, sist :’)

ps. sorry for any wrong grammar, vocab or anythings in this posting. Look like improving my english also will be a resolution for me :D

Titiran, Febryary 24 2013, the second day of my 28th life.

Pic taken from here

Poster Rectoverso without SoundtrackI promise not to be a spoiler in this note ^_^

Senin kemaren, gw dan seorang teman memutuskan menonton Rectoverso, film yang diangkat dari kumpulan cerpennya Dewi Lestari berjudul sama. 5 cerita dari buku itu kemudian digarap oleh 5 orang wanita yang berbeda -Rachel Maryam, Olga Lidya, Happy Salma, Cathy Sharon, dan Marchella Zalianty- yang di awalnya lebih terkenal sebagai pemain ketimbang sutradara.
rectoverso

Sesuai dengan kalimat pertama gw diawal tulisan ini. Ulasan gw kali ini bukan soal cerita detail dari setiap scene di Rectoverso. Bagi pembaca novel Rectoverso, tentu sudah bisa mengira ceritanya, walaupun tentu saja tidak selamanya persis sama dengan cerpen. Hanya sedikit film yang mampu mengangkat cerita persis dengan novel/cerpen aslinya. But believe me … in some scene, justru menurut gw Film ini lebih ‘nancep’ dibanding buku aslinya.

5 cerita dalam 1 rangkaian film. Pernah kita temukan di film ‘Love’ karya Kabir Bathia di 2008 silam. Dengan 5 sutradara yang menggarap cerita secara terpisah, Rectoverso cukup sukses membuat alur yang mengalir, tanpa perlu merasa adegan yang melompat-lompat. Tapi terus terang, untuk gambaran penceritaan seperti ini, gw lebih suka penyajian ala Traveler’s Tale, di mana 4 penulis yang berkolaborasi membuat 1 cerita utuh menghadirkan keterkaitan antara tokoh-tokoh di dalamnya. Atau ala 4 seasonsnya Illana Tan yang mampu menyajikan 4 novel berbeda cerita tapi punya keterkaitan tokoh di setiapnya. Barangkali Rectoverso akan lebih mengalir jika saja tokoh-tokoh di rectoverso memiliki keterkaitan satu sama lain, walaupun tidak perlu memiliki hubungan dekat.

Dengan jumlah pemain yang tidak banyak dalam setiap cerita, menurut gw sutradara pun sukses membuat cerita terfokus, tidak bertele-tele dan ‘nancep’. Hampir setiap cerita disajikan dengan mendalam. Curhat buat Sahabat yang disutradarai Olga Lidya, manurut pandangan gw, termasuk salah satu yang paling sukses menyajikan adegan yang ‘dalam dan bermakna’. Walaupun didominasi oleh dialog dua tokoh utama -Reggie dan Amanda-, tapi tidak membuat adegan demi adegan terasa membosankan. Jumlah pemain yang sedikit tapi mampu menyajikan akting yang keren, menurut gw jadi salah satu keunggulan utama film ini, baik Curhat Buat Sahabat maupun 4 film lainnya. Honestly, agak berbeda dari film indonesia kebanyakan.

Acungan jempol gw buat film ini adalah dalam pandangan gw, pemainnya cukup sukses mendalami karakter dari setiap peran. 4 thumbs up tentu saja buat Lukman Sardi si Abang di malaikat tak bersayap. Lain-lain keren dengan Reza Rahadian waktu berperan sebagai habibie. Both of them are doing great and layak disebut sebagai aktor yang top.

Ok, readers … that’s just my simple though, dari penonton biasa yang ingin berkomentar tentang apa yang telah dilihatnya …. Last but not least, ada pertanyaan menggelitik yang pernah sekilas gw baca di socmed …

From the story of Rectoverso, which one is yours ? 

^_^


Japati, Feb 21th 2013 …
pic taken from here and here

MBA-ITB1

Here we are … 2nd semester of my 2nd college period.

Sebelumnya Alhamdulilah banget Allah udah ngasi hasil kuliah semester lalu yang sangat menggembirakan karena bener-bener di atas ekspektasi gw. Dua mata kuliah (Marketing Management & Operation Management) yang cukup menguras tenaga dan otak dan sempat bikin deg-degan gw lalui dengan sempurna. Ga nyangka juga sampe dapat anugerah Best Achiever untuk duo matkul yang sama sekali buta sebelumnya. Secara di kantor, gw bukan orang marketing atau operation, dan ga punya background management ataupun teknik industri yang jadi dasar kuliah tersebut. Justru di kuliah yang basisnya HR (sesuai bidang pekerjaan gw yang setengah IT setengah HR) -called People in Organization- gw malah kelimpungan n ga se sukses 2 kuliah yang lain. Apa ini membuktikan gw ga cocok di HR yaa (pssstt … plisss jangan bilang2 boss :D )

Dan tiba2 saja waktu berlalu begitu cepat dan sampailah waktunya udah mulai masuk kuliah lagi. Awal-awal libur di desember kemaren gw ngerasa kehilangan rutinitas weekend yang udah mengisi hari-hari gw sejak Agustus 2012 lalu. Jumat malam terasa sepi, dan sabtu terasa membosankan …. Untung saja gw menemukan rutinitas baru setelah 2 minggu dihabiskan dengan bengong ga jelas di rumah. Hampir tiap minggu setelahnya gw isi dengan kelayapan sana sini. Mulai dr ‘nongkrong’ di ciwalk & sekitarnya bareng teman-teman kantor sampe kabur ke jakarta buat ketemuan dengan teman-teman yang pada stay di sono.

Dan taraaa … waktu berlalu tanpa terasa. Di pertengahan Januari kemaren, mulailah rutinitas sebagai mahasiswa muncul lagi. Mulai dari bayaran uang kuliah yang cukup menguras tabungan, daftar ulang online (Thanks God dah gadjah doedoek so simple urusan beginian), sampai akhirnya akhir Januari memulai hari dengan perkuliahan.

Akuntansi – Knowledge Management & Innovation – Business Ethics & Business Law

Tiga mata kuliah yang mesti gw ambil semester ini. Liat judulnya si jadi ngawang-ngawang. Akuntansi, oke lah yaa … pernah jadi favorit gw waktu kelas 1 SMA .. But helloooww .. it’s soo long time agooo (hampir 13 tahun bo’). Knowledge Management & Innovation plus Business Ethic and Law …. duo mata kuliah yang sepertinya akan mengawang-ngawang dengan segala teori ketidakpastiannya (Dasar anak teknik yang nyasar ke sosial, ngomongnya begini deh -___-” ). OMG … blom apa-apa udah stress (plaak !)

Sekarang, udah 2 minggu sejak kuliah pertama dimulai. Gw udah mulai memaksakan diri kembali ke rutinitas anak kuliahan yang mesti merelakan sebagian weekend gw untuk belajar. 2 minggu pertama materi kuliah udah mulai keliatan bentuknya nya … Tp anehnya bentuk yang keliatan justru makin abstrak (nah lho ??? Puyeng daah ….).

Ya sudah lah … udah keburu kecemplung dan basah. Ga ada opsi lain selain menikmati hidup gw yang sekarang … Apalagi sebenarnya, kuliah bisa jadi ajang pengalihan stress dari kerjaan yang terus-terusan mengejar (Maksudnya .. si stress nya pindah dari kantor ke kampus >_<). Plus lagi, being student with my new community is not bad at all …. Being part of employee-college student community in my MBA Class (in campus, we call it MBA 47x) is totally fun … Ketemu dengan orang-orang yang senasib sepenanggungan … half employee half student .. dan ngeliat gimana seru-serunya kita melampiaskan stress di kantor dengan aksi-aksi ga jelas di kelas …. ‘ngebully’ temen sendiri … ‘ngebully’ dosen, jungkir balik ngerjain tugas, presentasi dengan intermezo2 ngocol dan banyak lagi hal-hal yang sebenarnya seru.

Ok wid … Do your best and let’s hope for another luck achievement this semester.

 

 

 

—-

Pic taken from here

Just a simple word …

Posted: February 4, 2013 in coret-coret, mY feELing
Tags: , , ,

hope

pic taken from here