Finally, The Lost Symbol

February 6, 2010 Widya 1 comment

Finally beres juga … Biasanya gw bisa beresin baca bukunya si Bapak Dan Brown dalam 2-3 hari. Tapi yang ini … fyuuh … kurang lebih 1 minggu baru kelar. Emang siy, klo dulu gw bisa menomorsatukan baca novelnya si DB dalam aktivitas keseharian gw, menunda makan, lupain nonton bahkan pending belajar, gw bela-belain buat nuntasin baca bukunya. Tapi sekarang ga mungkin donk, gw bela-belain bolos kantor cuma buat ni buku. Walaupun sempat juga buku tebel ini gw tenteng2 ke kantor, mencoba menyempatkan diri baca pas lagi di angkot, pas ga ada kerjaan, pas jam istirahat. Pokoke demi TLS … :)

Terlepas dari waktu luang gw yang berkurang, menurut gw buku ini emang lebih berat dari buku-buku DB sebelumnya -nyari alasan kenapa bacanya lama banget … xixixi- Berat dalam artian denotatif maupun konotatif. Berat karena tebelnya dan berat karena isinya. Buku-buku sebelumya berkisar antara 500-600 halaman. Sedangkan buku ini lebih dari 700 halaman. Isinya juga lebih berat. Penjabaran simbol lebih banyak dan lebih rumit. Belum lagi karena gw sendiri emang awam dari persimbolan.

Cerita Dan Brown kali ini membahas kelompok persaudaraan yang -katanya- berasal dari Scotlandia dan cukup terkenal di Amrik sono ‘Mason’. Diceritakan disini, anggota-anggota kelompok ini diisi oleh orang-orang penting seperti George Washington, Franklin, Newton … plus secara Fiksi digambarkan diikuti juga o/ Peter Solomon -Bangsawan kaya raya-, Inou -Direktur CIA-, Pendeta, Arsitek US Capitol, Anggota penting Senat Amerika, dsb. Kelompok ini menjaga rahasia yang diturunkan dari generasi ke generasi.

Seseorang bernama Mal’akh, menyusup ke dalam kelompok, mencapai derajat tertinggi dari persaudaraan itu dengan tujuan yang tidak disangka-sangka. Bukan menjaga kerahasiaan, tapi malah ingin mengungkapkan. Karena alasan-alasan yang baru diungkapkan di akhir cerita. Membuat pembaca esp. me … menyadari apa sesungguhnya kepentingan Mal’akh.

Dalam pengungkapan rahasia-rahasia Mason inilah, Robert Langdon -tokoh utama Davinci Code dan Angel & Demon- berperan. Symbolog Harvard ini selalu jadi kunci pemecahan symbol-symbol.

-cut sampai di sini aja yaaa … gw kagak mau jadi spoiler :D -

Seperti khasnya Dan Brown. Buku ini sarat informasi mengenai bangunan-bangunan yang setiap detailnya digambarkan memiliki makna. Dan Brown dengan sukses memberikan deskripsi lengkap mengenai setting tempat. Dan seperti biasa juga, Dan Brown selalu menguti berbagai fakta dalam bukunya. Shingga terkadang kita sebagai pembaca awam, agak susah memisahkan mana bagian yang fiksi dan bagian yang nyata. (Gambaran fakta bisa dilihat di The Lost Symbol Indonesia). Dan Brown juga sukses mebuat penasaran dari awal sampai akhir cerita. Setiap tokoh yang dilibatkan memiliki misteri masing-masing. Dan terkadang, cukup sulit mengidentifikasi keberpihakan tokoh-tokoh dalam cerita, tentu saja di luar Robert Langdon si tokoh utama. Dan kembali khas Dan Brown, tidak setengah2 dalam mengulas fakta. Tidak segan-segan menyebut gedung-gedung nyata plus organisasi CIA yang jelas-jelas ada. Suatu kekaguman gw -entah kepada Dan Brown si pemberani itu atau kepada kebebasan orang barat sana untuk menokohkan organisasi atau tokoh-tokoh penting dalam sejarah mereka seperti juga pada film-film yang dengan nyata menokohkan seorang presiden sekalipun.

The Lost Symbol agak memberikan keunikan tersendiri dibanding buku-buku sebelumnya. Pengungkapan fakta kadang membuat gw merasa bahwa pertualangan akan berakhir. Tapi ternyata masih mentah. Pengungkapan satu symbol tertentu yang terkadang dianggap sebagai jawaban final ternyata belum sampai pada akhirnya. Kita masih dibawa untuk mengungkap fakta selanjutnya. Begitu juga dengan tokoh antagonis di sini. Kalau pada buku sebelumnya, tokoh antagonis lebih banyak berperan sebagai orang yang terlihat baik dan mengendalikan pelaku di lapangan, di buku ini sangat berbeda. Sehingga karena terbiasa membaca karya Dan Brown, secara otomatis di awal, gw mulai mereka-reka tokoh jahat mana yang terlihat baik dan menjadi sumber masalah. Dan tentu saja gw gagal total mengidentifikasi Tokoh Antagonis dan motifnya … :(

So, yang senang novel-novel Dan Brown, Selamat membaca …..

Lagi Bijak

February 3, 2010 Widya 4 comments

Gw hanya sedang melewati fase itu … study in real world … Jika selama ini, hari-hari gw penuh dengan ilmu ini itu, tentang toeri ini itu dengan dasar buku A, B, C dst ….. sekarang gw belajar bahwa dunia ga selamanya hitam atau putih, ada banyak area abu-abu di sana. Juga bukan seperti menilai jawaban soal sebagai benar atau salah … (ceileeh bahasanyaa ….)

Butuh kesabaran ekstra untuk menghadapi banyak hal yang terjadi tidak sesuai dengan harapan atau pemikiran gw. Awalnya gw berpikir mungkin kadang-kadang mereka salah, begitupun gw … mungkin lebih sering salah dibanding mereka. Tapi makin lama gw menyadari, ini bukan hanya soal salah dan benar. Ini soal perbedaan cara gw dan cara mereka. Perbedaan pemikiran yang sebenarnya sangat wajar.  Sekali lagi gw hanya butuh kesabaran ekstra untuk bilang ke diri gw sendiri, ga ada yang salah di sini. Gw akan jalan dengan cara gw dan biarkan mereka jalan dengan cara mereka. Kalau pun ada konflik yang menghadangnya, anggap aja ini cara gw untuk belajar lebih banyak and Just go with d flow.

Gw udah memilih jalan ini dan inilah konsekuensinya. Menghadapi dunia yang ga selamanya nyaman buat gw. Tapi sekali lagi, hidup adalah mengambil pilihan dan menghadapi resiko atas pilihan itu. Allah sudah begitu murah hati memberikan semua karunia ini buat gw. Dan gw ga punya hak sama sekali untuk tidak bersyukur untuk semua yang gw punya sekarang.

Hmm … Hari ini gw lagi mencoba bijak … berfilosofi tentang bagaimana seharusnya gw menghadapi semuanya … buutttt …. i cant guarantee my consistency for thiss (>_<)


Gerlong, Feb 3rd …
mencoba lebih matang menjelang seperempat abad hidup gw

Kosong ….

January 18, 2010 Widya 2 comments

Kosong !!! Benar-benar kosong
Ga ada isi … which means juga ga menghasilkan

Buntu …
Ga ada progress
For everything inside my head and heart …
I’m getting worse …..

Need go out of this ‘box’ …. :(

gambarnya ‘nyolong’ di sini

Hari Untuk Amanda

January 11, 2010 Widya 3 comments

Sudah lama tidak menikmati film romantis ringan ala Indonesia, coz-you-know-what. Tapi kamis kemaren, adek gw ngajakin nonton film yang baru premier di hari itu. Judulnya ‘Hari Untuk Amanda’.

Ga ada ekspektasi khusus buat gw, waktu mutusin nonton film ini. Palingan standar. cerita biasa. Such no thing special lah. Tapi, berhubung gw emang lagi pengen nonton film yang ga berat-berat, akhirnya gw coba nikmatin niy film.

Ceritanya emang ga ada yang spesial, seorang cewek 26th bernama Amanda, dihubungi kembali oleh Hari, mantan pacarnya yang sudah dipacarinya selama 8 tahun, dan putus oleh sebab yang sebetulnya ga terlalu kronis. Parahnya, Amanda dihubungi Hari, justru beberapa hari menjelang pernikahannya dengan cowok bernama Dody.

Hari yang menyenangkan, easy going, penuh kenangan dan care, berbeda jauh dengan Dody yang cenderung workaholic sehingga terkesan cuek. Amanda yang stres karena harus mempersiapkan hari pernikahan, makin stress dengan sikap Dody. Hari yang ada di saat yang tepat, menjadi tempat Amanda mencurahkan semuanya. Ini tentu saja membuat kebimbangan baru di hati Amanda. Haruskah Ia memilih Dody atau Hari ? Complete storynya liat sendiri dah di bioskop :D

Tapi dengan ‘kestandaran’ film ini, ada beberapa good point yang gw dapet dari film ini ….

First, Jodoh di tangan Tuhan.
Mungkin ungkapan yang klise terdengar, tapi film ini seakan ingin membuktikannya. Seseorang yang jadi pasangan bertahun-tahun, bukan berarti jodoh kita. Mungkin sekali penyebab kita menyadari bahwa dia bukan jodoh kita adalah hal-hal simple yang mungkin tidak pernah kita kira sebelumnya.

Second, Keinginan Vs Kebutuhan.
Terkadang kita mudah sekali menuruti keinginan. Tapi seringkali lupa dengan kebutuhan kita. Apalagi jika keinginan itu tidak sejalan dengan kebutuhan. Mana yang harus jadi prioritas ? Hari yang care, mungkin bisa memberikan semua yang Amanda inginkan … Tapi kebutuhan Amanda akan kepastian, akan keteraturan hidup, bisakah Hari memberikannya ?

Third, All about destiny
Setiap peristiwa yang kita alami, bisa jadi akan menentukan masa depan kita. Amanda yang salah paham pada Hari ketika tidak datang pada acara keluarganya (padahal Hari tidak datang karena harus membantu temannya yang hipotermia), memutuskan Hari secara sepihak. Bahkan ketika Hari bermaksud ingin merayakan 8 tahun kebersamaan mereka, Amanda yang masih marah, memutuskan untuk tidak datang. Walaupun menurut Hari, itu hanya kesalahpahaman yang seharusnya tidak membuat mereka putus, Tapi ternyata itulah awal Amanda menemukan Dody, calon suaminya sekarang.

So, kesimpulannya, film ini termasuk recommended buat ditonton, terutama buat yang lagi pengen nonton film-film ringan. No Porn, No Sex, No Horror and Meaningful … Recommended lah.

Mendobrak Tembok

January 11, 2010 Widya 1 comment

Ketika menemukan tembok yang kokoh dan tinggi, dan tujuan akhir kita ada dibalik tembok itu, apa yang harus dilakukan ?

Mendobrak tembok … Mungkin itu jadi pilihan yang paling banyak disarankan. Kedengarannya mudah, tinggal mengambil alat yang kita anggap cukup kuat, lalu mulai menghancurkannya. Tapi bagaimana jika, saking kokohnya tembok itu, usaha keras kita hanya menimbulkan kerusakan kecil. Hanya lapisan semennya sedikit terkelupas. Sedangkan si tembok masih berdiri kokoh.

Lau bagaimana dengan saran kedua : Mencari alternatif jalan keluar lain, jika tak kau temukan, ya sudah istirahat saja di sana. Sampai kita menemukan sedikit celah untuk bisa dimanfaatkan jadi jalan keluar. Terdengar sangat cari aman bukan ? Atau malahan terdengar seperti -maaf- pecundang. Memang kedengarannya sangat tidak ideal, tapi bisa jadi ini akan jadi pilihan yang paling mungkin saat itu. Apalagi jika kita tidak punya alat apapun untuk mendobrak tembok itu.

Bagaimana kalau ternyata kita masih sangat ingin mencapai ideal, dan terus mencoba alternatif pertama -bahkan jika tidak ada alat apapun di sana-. Pilihan memang sulit, jika tembok ini tidak hancur, maka tujuan tidak akan bisa kita raih. Tapi kondisi tidak memungkinkan kita untuk terus berusaha …

Lalu setelah lelah mencoba mendobrak tembok ini, salahkah jika saya mulai berpikir ulang tentang semuanya …. “Apakah memang tembok ini terlalu keras untuk didobrak atau saya yang salah menentukan tujuan … ?

d pic is from here

Hanya kaki ini … bukan yang lain

January 5, 2010 Widya Leave a comment

Source : My Personal Note

Tanganku masih menggapai
Kucoba mencari tangan lain untuk ku berpegang
Mmm … kalau tidak ada tangan,
barangkali ada tiang yang bisa kujangkau
Atau mungkin ada dahan yang mampu kuraih

Tanganku masih sekuat tenaga menggapai
Tapi … ternyata tak ada apa-apa di sini
Semuanya pergi ….
Yang ada hanya kosong
Aku panik …
Bagaimana ini ?
Aku butuh berdiri !!!
Tapi mengapa tak ada apa-apa di sini

Aku lelah mencari,
aku lelah berteriak
Akhirnya kuputuskan untuk berhenti
Walau sulit,
Kucoba yakinkan diriku
Tak ada pegangan yang bisa kuraih
tak ada tiang, dahan atau tangan yang bisa membantuku berdiri

Aku diam,
merenung,
berpikir
Mmm … tiba-tiba aku sadar

Bukan semua itu yang kubutuhkan
Bukan tangan,
Bukan tiang,
Bukan dahan

Hanya kaki yang mampu berdiri lebih kuat
Ya .. Kaki .. Kaki milikku .. bukan milik yang lain

Fokus … fokus … fokus …
Kutenangkan diri …
Perlahan-perlahan kucoba bangkit
Dan akhirnya kutemukan,
Kaki inilah yang mampu menopang tubuhku agar tetap berdiri
Bukan tiang, dahan atau tangan orang lain yang ada di sekelilingku

pic is taken from here

Categories: coret-coret, mY feELing Tags: , , ,

[An Other Obsession of Me] Mengapa Menulis ?

January 4, 2010 Widya 2 comments


Mengapa menulis ?
Karena dengan menulis, khayalan-khayalan ini bisa keluar dari pikiranku sehingga khayalan lain bisa menggantikannya
Karena bisa kubagi rasa bahagia dan berjuta harapan yang melekat dibenakku
Karena bisa kuceritakan kegalauan jiwa dan keresahan hati yang mengiringi langkahku
Karena dengan menulis, bisa kurangkai kata untuk menghibur dukamu
Dan dengannya, dapat kukabarkan sekelilingku

Di sini, atau dimanapun itu, aku hanya tetap ingin menuliskan semuanya, karena kupercaya tinta ini tak akan mengkhianatiku ….

d pic is taken from here

Categories: d' eVEnt on mE

My 2009 and 2010

December 31, 2009 Widya 2 comments

Barusan sms-an dengan seorang teman, saling curhat tentang tahun baru kita yang sama-sama ‘kering’, tanpa terasa pembicaraan mulai mengarah ke yang serius dan berakhir dengan kesepakatan mari muhasabah, merenungi apa-apa yang sudah kita lalui di 2009 dan bagaimana menghadapi tahun perak kita 2010.

Just a little story, banyak hal yang terjadi pada diri gw di tahun ini. Mulai menapaki satu resolusi jelas dalam hidup gw -punya kerjaan tetap yang sampai saat ini sukses membuat gw berpikir untuk tidak meninggalkannya-. Kerjaan yang bikin gw bisa memulai resolusi lain untuk mewujudkan janji gw membahagiakan orang tua gw. Gw senang bisa mewujudkan resolusi utama gw di akhir 2008 lalu.

Overall, hidup gw cenderung sama … masih dengan sifat baik dan jelek gw yang terkadang susah untuk diubah. Yap … Honestly, terkadang gw nyadar juga dengan kekurangan-kekurangan gw, nyadar dengan sifat-sifat jelek gw dan selalu bikin tekad untuk berubah. But, ternyata oh ternyata kadang-kadang alam bawah sadar gw (ceileeehhh istilahnya …) suka susah dikendalikan. dan jadilah gw melakukan hal-hal yang mungkin kurang berkenan bagi orang-orang. Buat itu semuaa …. gw mintaa maap yaa teman-teman. Doain biar gw bisa lebih baik di taun depan yaaa ……

Di 2009 banyak hal juga yang jadi pertama buat gw. Walaupun ga signifikan banget siy sebenernya. Mmmm … tapi lumayanlah, ada beberapa pengalaman unik buat diri gw sendiri. Di 2009, untuk pertama kalinya gw nyoba rafting, flying fox, banana boat, elvis walk dan teman-temannya (selama ini ‘petualangan’ gw hanya diisi dengan hiking n camping, tahun ini ternyata ada peningkatan saudara2), untuk pertama kali juga gw ke Surabaya, Medan dan terakhir Jogja (moga2 nextnya gw bisa berkunjung ke kalimantan, sulawesi, irian -salah satu hal yang gw inginkan di 2010-). Kali pertama, gw bisa ikutan Qurban dengan duit gw sendiri, pertama kali ngasih THR buat adik-adik dan para ponakan gw, daaaannn Untuk pertama kali juga buat gw menghabiskan waktu jalan bareng dia (tetap bersyukur yaa klo itu akan jadi pengalaman pertama dan terakhir :p). hehehehe. Yeah ….. Mungkin ga yang istimewa buat orang-orang di luar sana. Tapi buat gw first experience ini bakalan jadi valuable experience buat gw.

Tapi sayang, tahun 2009 juga ditutup dengan perasaan yang ga enak di diri gw. Gw ngerasa kehilangan seseorang yang pernah berarti dalam hidup gw. Gw pikir selama ini hanya fisik yang terpisah oleh jarak, tapi ternyata perlahan2 ternyata hati kitapun memilih menempuh jalan yang berbeda. Mungkin gw sedikit lebay dalam menilai hal ini. Tapi gw udah mikirinnya dan inilah akhirnya yang ada di benak gw sekarang. Walaupun begitu, gw tetap menghargai pilihan dia. Thanks for any kindness, for ur shoulder when I was crying, for d ears in listening all my stories. Thanks for all u gave to me, frenz.

Mmm … 2010, resolusi gw apa ya …. May be memperkenalkan ’seseorang’ ke Bonyok gw (heheheh …. Amiiin). Yang pasti being better is a must. Gw tetep harus berusaha jadi lebih baik untuk segala hal yang ada di diri gw. Dan gw harus lebih banyak bersyukur dengan yang Allah berikan buat gw …. Intinya di tahun perak gw nanti (OMG … I’m getting older … 25th will come soon) gw harus bisa melakukan perubahan significant dari dalam diri gw. Apa itu ? Just wait n see …

Aku Sayang Ibu ?

December 27, 2009 Widya Leave a comment

“Thank Youuu … Aku sayang ibu”

Klik … Kata-kata standar yang selalu jadi penutup percakapanku dengan ibu di Telepon. Mmm … maksudku itu bukan hanya kata-kata standar, tapi aku memang sayang Ibu. Aku pastikan aku sayang Ibu, selalu.

Terbayang enaknya masakan Ibu yang akan segera kunikmati. Yup .. Barusan Ibu berjanji memasakkan makanan kesukaanku. Aku tak enak makan akhir-akhir ini. Dan Ibu janji membuatkannya untukku. Pastilah setelah menutup teleponku, Ibu akan bergegas ke pasar, membeli bahan makanan, lalu segera memasaknya untukku, dan tentu saja mengirimkan makanan itu ke sini. Karena aku jauh dari Ibu.

Kiriman ibu datang siang. Ingin sekali kutelepon Ibu mengabarkan kiriman beliau sudah sampai dan tentu saja tak lupa mengucapkan terima kasih. Tapi aku sibuk sekali hari ini. Banyak pekerjaan yang harus dibereskan. Mmm … better aku sms aja kali ya

“Bu,krmn udh nymp. Thx”

Message Sent … Singkat, begitu singkat dan padat SMS yang aku kirim barusan. Maaf ya bu. Seharusnya bukan sms singkat ini yang ku kirimkan. Harusnya kutelepon ibu dan kusampaikan terima kasih yang tak terhingga untuk wanita terkasihku. Tapi aku sibuk sekali. Ibu pasti mengerti. Karena Ibu sayang aku dan aku pun sayang Ibu. Ya … Aku Sayang Ibu

Dan ibu memang selalu mengerti. Pun ketika siang itu Ibu meneleponku ketika aku sedang rapat. Berat sekali rasanya ketika terpaksa ku-reject telepon beliau. “Bu, aku lagi rapat. Ntar pulang kantor aku telpon balik y”. Masih sms yang baru bisa kukirimkan pada Ibu. Tak apa-apa pikirku, Ibu pasti mengerti. Tak ada yang lebih bisa mengerti aku daripada ibu.

Ibu masih menunggu telepon yang kujanjikan. Begitu cerita adikku. Ibu bahkan tak mau jauh-jauh dari HPnya. Takut aku menelpon dan ia tidak bisa langsung mengangkat telponku, Lanjutnya. Bahkan Ia rela menunggu teleponku sampai tengah malam sambil terus menatap HP nya, berharap akan ada telpon yang telah kujanjikan ketika Rapat tadi siang.

Sedangkan aku, Aku malah tertidur lelap karena kelelahan akibat rapat yang menguras waktu dan tenagaku. Aku bahkan lupa dengan janji akan menelpon Ibu. Ibu … maaf, tak ada maksudku mengecewakanmu … Aku salah tidak menepati janjiku untuk meneleponmu. Aku sayang Ibu …

Ya .. Aku Sayang Ibu, Dan kupastikan aku selalu sayang Ibu. Tapi mengapa aku selalu gagal membuktikannya ?

d pic is taken from here

Cerita Setangkai Bunga

December 24, 2009 Widya Leave a comment



“Ia datang … Ia datang ….” Aku terbangun oleh sorak-sorai teman-temanku …

Wah-wah ada apa ini. Mataku masih mengerjap-ngerjap. Tubuhku pun masih mengumpulkan nyawa. Tapi telingaku berfungsi dengan sangat baik. Teman-temanku sedang berbahagia, menyambut kedatangan … mmm …. siapa yang datang. Mengapa teman-temanku begitu bahagia menyambutnya ?

Aduh. Sinar matahari menghalangi pandanganku. Susah sekali melihat siapa yang datang. Sementara sorak sorai teman-temanku begitu riuh terdengar …

Aha ternyata dia … Kupu-kupu itu. Pantas teman-temanku bersorak senang. Kalau begini, aku juga mesti ikut senang.

Tapi sebentar. Kupu-kupu itu sudah hinggap di mahkota salah satu temanku.Oh, Tidak … aku terlambat. Ia telah memilih. Ia telah memilih temanku.

Aku kecewa !! aku hanya sedikit terlambat membuka mata. Aku hanya sedikit terlambat. Tapi aku kehilangan dia. Aduh … aku sedih sekali, dia telah memilih yang lain.

Tapi tunggu .. Ia terbang lagi. Ini berita bahagia. Mmm … atau berita sedih ya. Kulihat temanku tertunduk lesu, ketika kupu-kupu itu meninggalkannya. Bagaimana ini, aku harus sedih ataukah senang ? Aku kan jadi punya kesempatan mendapatkannya juga.

Maaf ya temanku. Aku juga ingin ia hinggap di mahkotaku. Seperti yang pernah kau rasakan. Seperti yang bunga-bunga lain dambakan. Tapi tunggu … bunga-bunga lain ? Bunga-bunga lain itu sekarang kembali meliuk-liukkan tangkainya, bermaksud menarik perhatiannya juga. Bahkan semakin banyak dari sebelumnya. Makin banyak saja sainganku. >_<

Makin banyak ternyata bunga-bunga indah di sini. Kupu-kupu itu pun makin terlihat gagah tatkala terbang mengitari taman ini, termasuk berputar-putar tak jauh di atasku. Dua hal yang membuatku makin sulit untuk terlihat olehnya. Yaa aku tahu, aku bukan bunga paling cantik. Aku juga tidak lebih spesial. Tapi aku juga ingin dia berhenti di sini … di mahkota ku. Tak bisakah ?

this pic is taken from here

Categories: Stories, coret-coret Tags: ,