Home > Oppinion, reporthings, resensi > Bidadari-Bidadari Surga

Bidadari-Bidadari Surga

album_picphpAkhirnya, setelah pencarian sekian lama, Senin malam lalu gw menemukan Bidadari-Bidadari Surga nya Tere Liye di Togamas. Rekomendasi seorang teman via komen di blog ini, membuat gw penasaran dengan imajinasi Tere Liye saat ini. Setelah 3 buku (Hafalan Shalat Delisa, Rembulan Tenggelam Di Wajahmu, Moga Bunda Disayang Allah) terutama HSD sebelumnya mampu bikin gw menitikkan air mata dan tersenyum puas setelah membacanya, gw jadi ingin tau bagaimana dengan buku keempat.

Ga jauh dari ekspektasi gw tentang seorang Tere Liye, seperti biasa dengan gaya khasnya, Tere Liye menggambarkan sesuatu dengan jelas dan seringkali hiperbolik. Penokohan novel ini pun digambarkan demikian. Kak Laisa yang super tangguh, Dalimunte yang super cerdas, Wibisana dan Ikanuri yang super nakal dan si bungsu Yashinta yang super keras kepala. Walaupun terkadang terkesan berlebihan, tapi secara umum tidak membuat buku ini menjadi ‘cacat’. Gaya bercerita Tere Liye yang sangat deksriptif dan secara detail menjelaskan setiap kejadian kecil dan latar belakang kejadian itu, juga tergambar pada buku ini. Kenapa Kak Laisa tumbuh berbeda dengan adik-adiknya, kenapa Dalimunte dan saudara-saudaranya yang lain sampai membiarkan calon istri mereka menanti tanpa kepastian selama bertahun-tahun semua dijelaskan secara gamblang melalui kombinasi alur maju-mundur.

Bercerita tentang perjuangan seorang kakak (Laisa) demi kesuksesan masa depan adik-adiknya. Mulai dari berhenti sekolah, bekerja keras setiap hari sejak belia, berlaku keras demi kebaikan adik-adiknya, rela berhadapan dengan harimau untuk menyelamatkan 2 adiknya yang nakal, rela berlari menembus hujan untuk menjemput mahasiswa kedokteran yang sedang KKN untuk mengobati adiknya dan sekian banyak pengorbanan lainnya. Kak Laisa bahkan tidak peduli dengan parasnya yang jauh berbeda dari saudara nya yang lain, tak peduli bagaimana orang kampung sibuk membicarakannya, tak peduli bagaimana adiknya -Ikanuri- telah melukainya dengan mengatakan bahwa Laisa tidak pantas mengaturnya karena bukan kakak mereka.

Seorang kakak, dengan segala keterbatasan pendidikan, secara tidak langsung telah memberikan banyak ilmu pada adik-adiknya. Seorang profesor (Dalimunte) yang semasa kecilnya gugup ketika berbicara di depan orang banyak telah belajar bagaimana bersikap lebih percaya diri dari sang kakak. Kakak yang berbagi banyak ilmu tentang hutan, tumbuhan dan hewan secara alamai, juga telah mengantarkan sang adik (Yashinta) menjadi seorang peneliti handal di bidang konservasi alam. Dengan modal dan dukungan Laisa, Wibisana dan Ikanuri, duo anak ‘nakal’ pun menjadi pemilik bengkel besar.

Demi mewujudkan janji pada Babak untuk menjaga adik-adiknya, ia ikhlas menerima semua takdir. Bahkan ketika hal kurang baik menimpanya -jodohnya yang tak kunjung datang-, ia tetap bahagia dengan kesendiriannya karena anugrah besar lain -melihat kesuksesan adik-adiknya- telah ia dapatkan. Salah satu bagian yang membuat saya meneteskan air mata adalah ketika Laisa ‘menyesali’ statusnya sebagai ‘gadis tua’ bukan karena lelah dengan kesendiriannya tapi karena status itu membuat adik-adiknya bersikeras untuk tidak melangkahinya yang tentu saja menghambat kebahagiaan mereka.

Buku ini mengajarkan banyak hal … tentang bagaimana seharusnya gigih berjuang, menepati janji, berkorban demi kebahagiaan yang jauh lebih besar, mencintai dengan tulus dan mengambil hikmah dari setiap anugrah. Seorang kakak, bagaimana pun sikapnya yang suka mengendalikan dan mengatur hidup adik-adiknya, tidak lain karena ia sedang berbuat yang terbaik untuk adik-adiknya. Keluarga sebagai tempat ‘pulang’ dan sebagai bagian hidup terpenting juga diekspos di buku ini. Berita sakit seorang kakak bisa membuat adik-adiknya, yang sedang dalam perjalanan penting di dalam hidup mereka masing-masing, langsung memutuskan untuk pulang. Mereka semua tidak peduli pada hobi, karir, dan nama besar yang tengah dipertaruhkan karena yang terpenting adalah berkumpul bersama keluarga.

  1. May 28, 2009 at 11:56 pm | #1

    salam kenal mbak
    thanks infonya ya

  2. July 1, 2009 at 5:58 am | #2

    Ass ..

    lam kenal yah mba ..
    mba aku ada koleksi tere liye niy .. jg lupa bkunjung yah =)

  1. No trackbacks yet.