Garuda di Dadaku

Great Movie …
Kisah seorang anak pencinta sepak bola bernama bayu yang ditentang habis-habisan oleh sang kakek yang anti sepak bola. Nasib kurang baik ayah si anak yang terbuang dari dunia sepak bola karena cedera dan menghabiskan sisa hidupnya menjadi supir taksi serta kurang baiknya track record pesepakbola negeri ini, membuat sang kakek melarang si anak berhubungan dengan apapun terkait sepak bola. Malahan kakeknya mengarahkannya untuk les lukis dan musik yang sama sekali tidak ia sukai
Bakat Bayu dapat dilihat dengan baik oleh sahabatnya Heri, yang juga mencintai sepak bola namun harus mengubur mimpinya menjadi pemain sepak bola karena lumpuh sejak kecil. Dengan support yang besar dari Heri -dibantu supirnya-, Bayu berhasil lolos seleksi TimNas U-13 dan berhasil meluluhkan hati sang kakek.
Cerita menghibur dan bermutu. Ciri khas yang susah ditemui di Film Indonesia. Heri yang selalu optimis, penuh ide-ide dan tak kenal menyerah memberikan semangat pada Bayu menjadi nilai plus bagaimana indahnya persahabatan yang terjalin di antara mereka. Berbagai adegan kocak Bayu, Heri dan supirnya memberikan hiburan lebih pada film ini.
Nilai plus Garuda Di Dadaku menjadi lebih lengkap dengan kepintaran Bayu mengocek bola. Keseriusan Tim Produksi yang menemukan sosok pemeran Bayu pada seorang anak berbakat yang sekolah di sekolah sepak bola Arsenal, menjadi kekuatan tersendiri di film ini.
Menghibur dan edukatif serta bertemakan anak-anak … Ciri khas Alenia Pictures. Sudah saatnya Film seperti ini yang mengisi bioskop-bioskop Indonesia, bukan lagi tema horor dan pornografi berkedok seni.

heee? emg garuda di dadaku juga alenia wid?
yoi bond