Archive

Archive for October, 2009

It’s all bout change

October 29, 2009 Widya 1 comment

Hari ini, setengah hari kerja diisi dengan sharing transformasi yang lagi gencar-gencarnya di Telkom -kantor tempat gw kerja-. A little story bout its transformation, ceritanya Telkom yang selama ini jadi incumbent dan jadi bos besar dibidang telco mulai menyadari bahwa ternyata si anak-anak kecil (you named it Indo**t, X*, es*a, dan teman-temannya) sekarang juga sudah mulai menggeliat dan pastinya bakalan jadi kompetitor. Belum lagi kompetitor terselubung seperti Y!m, GTalk, Skype dkk yang mulai ambil bagian di voice call. intinya mah, Telkom is on d track to change -its product, service, d way to serve, culture, its tagline and as u see its logo- and we call it T.I.M.E (Telecommunication-Information-Media-Edutainment) bussiness, improvement of its ‘T’ Bussiness.

Anyway, gw sebenernya bukan lagi mo ngomongin transformasi Telkom karena gw emang blom bisa dibilang capable untuk promo brand new. Udah ada brand ambassador yang berpengalaman dan sudah dipersiapkan buat itu. Nah, di sharing pagi yang tadi gw ikutin diisi oleh 2 brand ambassador yang sangat-sangat kompeten di bidangnya.

2 keynote speaker yang share tadi membuka mata gw dan menyadarkan gw. Ada banyak hal yang mesti dilakukan n bahwa gw atau siapapun disekeliling punya kesempatan untuk ambil bagian dalam perubahan ini. Namun sebelumnya, let’s ask ourselves, apa siy sebenernya nilai lebih yang gw punya dibutuhkan oleh perusahaan ? Apa gw tipe orang yang mudah sekali disubstitusi ? Pertanyaan-pertanyaan mendasar yang bisa dibilang nancep banget menurut gw. Dan secara umum, apa sebenarnya yang gw punya yang bisa berguna buat orang banyak ? Dan apakah gw tipe orang yang mudah sekali disubstitusi oleh orang lain di lingkungan gw. Dengan kata lain, apa ketika gw ga ada, orang-orang di sekitar gw akan merasa kehilangan ? Dan satu hal yang harus kita -terutama gw pastinya- renungkan, Jika ternyata kita menemukan bahwa kita bukan siapa-siapa dan kita tipe orang yang mudah tersubstitusi oleh orang lain, mungkin ini saatnya kita berubah.

Satu quote yang mengena banget buat gw, disampaikan oleh Pak Jemi sebagai salah satu speaker,

God grant me the serenity; To accept the things I cannot change; Courage to change the things I can; And wisdom to know the difference. -Serenity Prayer by Reinhold Nieburh-

Gw mesti berubah jadi lebih baik, punya keberanian untuk mengubah sesuatu yang menurut gw bisa diubah, punya kelapangan hati untuk menerima sesuatu yang tidak mungkin gw ubah dan juga punya kebijaksanaan untuk membedakan mana yang mesti gw ubah dan mana yang tidak ….. Perkenankan Ya Allah …..

Counting d Days

October 28, 2009 Widya Leave a comment

Huaaa ….

Lagi counting d days ini …

H-6 menuju kepulangan kk gw dari Germany ….

Menunggu oleh-oleh seabgrek (pede amat mau dibawain banyak … hhahaha ya iyaaalah, secara gw satu-satuny adek yang paling cantik buat kk gw).

Lucunya, malam ini gw chatting ma kk gw, tiba-tiba kk gw -yang selama ini selalu homesick- ngerasa nggak pengen ninggalin europe …. dasarrrrr si uni. Ambil positifnya aja, berarti dia bakal balik lagi ke sono … Amiiiiin. dan itu berarti akan ada barang-barang baru buat gw (hahahah tetetuuuup ….) atau bahkan tiba-tiba gw diajak ikut serta ke sana (ngarrreeeepppp)

Ok sistaa … cant wait to meet u (or d stuffs … hehheheh piss ^_^v) soon ….

TTDJ uniiiii

Categories: Ishenk, reporthings Tags: , ,

[Posting lagee] Impian dan Do’a

October 28, 2009 Widya 2 comments

Suddenly remember that I have you. My blog yang slama ini jadi sering jadi ajang gw buat maksa in diri gw nulis, buat ajang sharing pikiran gw -bahkan kadang juga hati gw-. Dah lama juga rasanya sejak postingan terakhir gw tentang seorang teman yang sedang sibuk mencari jodoh dan sampai saat ini masih belum menemukan tambatan hatinya.

Bukan karena ga da bahan yang mesti diceritain. Ada banyak hal yang bisa gw share -tentang mudik pertama gw dengan status karyawan (oops .. mulai pamer…. astagfirullah), tentang reunian singkat bareng temen-temen SMA, tentang kerjaan yang akhir-akhir ini mengisi hari-hari gw, kejadian-kejadian unik di kantor, duka yang melanda kampung halaman gw, dan as usual tentang feeling gw yang lagi naik turun (inguss kali naik turun :p). Jadi kenapa gw ga share semua hal yang bejibun itu. Jawabannya adalah karena gw lagi males nulis. Udah coba mulai, tiba-tiba males gw dah dateng lagi .. Aarrgghh I hate this kind of my bad habit … sering males n ga mood buat nuangin isi kepala gw. Lesson 1 buat diri gw … STOP MALES !!!

So, let’s start with me, my self and I. Tentang impian-impian gw yang lagi gw rintis (Moga-moga Allah menganugrahkan rahmat-Nya untuk kemudahan gw mencapai semuanya … amiiin). Dengan diri gw yang baru sekarang -gw yang lebih mandiri dari segi finansial dan gw yang terus beranjak dewasa- gw tengah berupaya mewujudkan hal-hal yang selama ini cuma jadi khayalan gw …

First, ikut mewujudkan harapan orang tua gw melengkapkan ibadah mereka. Sebagai anak, gw tau ga mungkin mampu membalas semua jasa orang tua gw. Dari gw muncul ke dunia sampai sekarang, semua hal indah yang gw rasakan, ga jauh dari campur tangan dua orang terkasih dalam hidup gw – Ibu dan Apa – Thanks Allah, Dia yang selalu tau yang terbaik untuk umat-Nya. Setelah menganugrahkan gw keluarga yang almost perfect, – of course with my sista include-, dan membantu gw memilih yang terbaik dari semua jalan yang Dia bentangkan, sekarang Dia berikan gw tempat yang Insya Allah bakal ngebantu gw mewujudkan harapan ortu gw yang juga jadi impian yang paling ingin gw wujudkan saat ini. Walaupun kemampuan gw masih cukup terbatas, tapi Alhamdulillah Allah juga memberikan rejeki-Nya bukan hanya lewat gw, tapi juga lewat ortu gw dan Insya Allah nantinya juga lewat kk gw (Dik, if u read this post, you’ve got d answer :D ). “Ya Allah perkenankan kami mewujudkannya … berilah orang tua ku umur panjang sehingga bisa berkunjung ke rumah-Mu

Second, mewujudkan harapan orang tua gw yang lain yang juga jadi impian gw buat ngejalanin sisa hidup gw. Getting old with my new family. People plan and do the best, And Let God do the rest. Gw nyerahin kepada-Nya untuk mengarahkan kapan waktu tepat itu menghampiri gw, dan kepada siapa kapal ini berlabuh. Gw belajar banyak dari orang di sekeliling gw, bahwa memang benar “Ga semua hal yang kita anggap baik itu benar-benar baik buat kita”. Gw boleh menyimpan rasa, gw boleh bermimpi dan berangan-angan, tapi gw janji gw ga akan memaksa. Karena gw tau Dia lah yang tau terbaik buat gw. Walaupun kecendrungan hati ini tetap mengarah padanya, Insya Allah gw akan lebih siap, jika Allah ternyata memilihkan yang lain buat gw. Ya Allah … jika dia yang engkau pilihkan sebagai jodohku, maka dekatkan lah ia dan mudahkan jalan kami. Namun jika bukan Dia yang engkau pilih, jauhkan dia Ya Allah, dan berikan aku ketenangan hati untuk menerima ketentuan-Mu.

Third, gw ga tau apakah nantinya karir gw sebagai seorang keryawan serta Istri dan Ibu yang baik akan bisa sejalan. Gw ga bisa memastikan apakah nanti gw mesti melepas salah satu demi yang lainnya. Tapi jika memungkinkan, gw ingin terus bergerak maju di bidang karir gw dan ilmu gw di kantor beriringan dengan kesuksesan gw jadi ibu rumah tangga nantinya (Amiiin Ya Allah ….). Hmmm … jika memungkinkan, kembali ke bangku kuliah bisa jadi opsi lain dalam hidup gw ntar, tentu saja untuk mendukung karir gw di kantor.

Mmmm …. masih banyak impian-impian yang ingin gw capai dalam hidup ini. Setiap orang pastinya menginginkan impian-impian itu tercapai. Begitu jg gw, Ingin sekali semuanya bisa gw wujudkan. Walaupun gw ga bisa memungkiri akan ada kerikil yang menghalangi jalan dan tentu saja akan menambah warna perjalanan gw. Dan jika nantinya Allah menghendaki kebahagian gw raih bukan dengan mewujudkan impian-impian gw, gw hanya bisa berdoa, Ya Allah berilah hamba-Mu keikhlasan untuk menerima jalan-Mu …. Ok wetz, Do Your Best, and Let God Do The Rest

Categories: d' eVEnt on mE, mY feELing Tags: , ,