It’s all bout change
Hari ini, setengah hari kerja diisi dengan sharing transformasi yang lagi gencar-gencarnya di Telkom -kantor tempat gw kerja-. A little story bout its transformation, ceritanya Telkom yang selama ini jadi incumbent dan jadi bos besar dibidang telco mulai menyadari bahwa ternyata si anak-anak kecil (you named it Indo**t, X*, es*a, dan teman-temannya) sekarang juga sudah mulai menggeliat dan pastinya bakalan jadi kompetitor. Belum lagi kompetitor terselubung seperti Y!m, GTalk, Skype dkk yang mulai ambil bagian di voice call. intinya mah, Telkom is on d track to change -its product, service, d way to serve, culture, its tagline and as u see its logo- and we call it T.I.M.E (Telecommunication-Information-Media-Edutainment) bussiness, improvement of its ‘T’ Bussiness.
Anyway, gw sebenernya bukan lagi mo ngomongin transformasi Telkom karena gw emang blom bisa dibilang capable untuk promo brand new. Udah ada brand ambassador yang berpengalaman dan sudah dipersiapkan buat itu. Nah, di sharing pagi yang tadi gw ikutin diisi oleh 2 brand ambassador yang sangat-sangat kompeten di bidangnya.
2 keynote speaker yang share tadi membuka mata gw dan menyadarkan gw. Ada banyak hal yang mesti dilakukan n bahwa gw atau siapapun disekeliling punya kesempatan untuk ambil bagian dalam perubahan ini. Namun sebelumnya, let’s ask ourselves, apa siy sebenernya nilai lebih yang gw punya dibutuhkan oleh perusahaan ? Apa gw tipe orang yang mudah sekali disubstitusi ? Pertanyaan-pertanyaan mendasar yang bisa dibilang nancep banget menurut gw. Dan secara umum, apa sebenarnya yang gw punya yang bisa berguna buat orang banyak ? Dan apakah gw tipe orang yang mudah sekali disubstitusi oleh orang lain di lingkungan gw. Dengan kata lain, apa ketika gw ga ada, orang-orang di sekitar gw akan merasa kehilangan ? Dan satu hal yang harus kita -terutama gw pastinya- renungkan, Jika ternyata kita menemukan bahwa kita bukan siapa-siapa dan kita tipe orang yang mudah tersubstitusi oleh orang lain, mungkin ini saatnya kita berubah.
Satu quote yang mengena banget buat gw, disampaikan oleh Pak Jemi sebagai salah satu speaker,
God grant me the serenity; To accept the things I cannot change; Courage to change the things I can; And wisdom to know the difference. -Serenity Prayer by Reinhold Nieburh-
Gw mesti berubah jadi lebih baik, punya keberanian untuk mengubah sesuatu yang menurut gw bisa diubah, punya kelapangan hati untuk menerima sesuatu yang tidak mungkin gw ubah dan juga punya kebijaksanaan untuk membedakan mana yang mesti gw ubah dan mana yang tidak ….. Perkenankan Ya Allah …..

wwaaaaw, nice quote wid. like it.