Cerita Sekuntum Edelweiss

repost from my personal notes


Sekuntum edelweis tertunduk lesu tatkala sang awan menyapanya …

“Ada apa edelweis sayang ? Wajahmu tampak sendu sekali. Apa ada yang membuatmu sedih ?”

“Barusan aku bertemu angin. Ia bercerita tentang mawar yang indah di kaki gunung. Ia bilang, banyak orang yang menghampiri dan memetiknya.”

“Lalu apa yang membuatmu sedih ?” Tanya awan tak mengerti.

“Seperti nya menyenangkan sekali menjadi mawar. Cantik dan ada dimana-mana. Semua orang dapat memetiknya. Tidak seperti aku. Jarang sekali yang datang ke sini dan memetikku. Aku ingin seperti mawar, yang mudah diraih. Pasti menyenangkan sekali bisa dinikmati banyak orang” Ujar Edelweis lemah

Sang awan tersenyum bijak …

“Edelweiss sayang … Kamu yakin ingin menjadi mawar ? Menjadi mawar tidak selamanya indah lho …”

Edelweiss terlihat bingung mendengar perkataan awan. Bukankah menjadi mawar itu menyenangkan sekali, Pikirnya.

“Tahukah engkau, mawar memang mudah dijangkau oleh banyak orang. Bahkan saking mudahnya, terkadang siapapun yang melihat, tergoda langsung untuk memetiknya. Mereka yang menyukainya, bisa dengan mudah mendapatkannya. Dan tidak sedikit di antara mereka yang memetik, kemudian membiarkannya layu begitu saja”

“Sedangkan engkau … Yang bisa memetikmu hanyalah orang yang telah berjuang dengan susah payah untuk mencapai tempat ini. Butuh perjuangan yang besar untuk mendapatkanmu. Dan sekali mendapatkanmu, mereka akan menganggapmu begitu istimewa.”

“Dan satu lagi … keistimewaanmu yang tidak mudah layu, tidak dimiliki sang mawar. Andaikan mereka yang memetikmu, tidak menempatkanmu di tempat yang seharusnya, bahkan membuangmu, kau tidak akan layu, sayang … Kau tetap edelweiss yang sama indahnya ….”

“Bagaimana edelweiss sayang ? Apa kau tetap ingin menjadi mawar ?”

Sang awan mengakhiri penjelasannya dengan pertanyaan yang sangat sederhana. Tanpa berpikir dua kali, edelweiss menggeleng kuat ….

“Aku tidak ingin lagi…” Jawabnya pasti …


for all woman around ….

-dyaAsnur-
Gegerkalong, April 28th 2010

    • sutanrajodilangik
    • April 28th, 2010

    uni…

    keep writing, siapa tahu bisa dibukukan….

  1. izin share yaa :) Good story

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.