Archive

Posts Tagged ‘fORWarDed’

Elegi Minah dan Tiga Buah Kakao di Meja Hijau…

November 20, 2009 Widya 2 comments

Judul postingan ini persis seperti judul artikel yang saya baca di kompas online hari ini. Artikel lengkapnya bisa dilihat di sini.

Artikel mengenai seorang nenek petani berusia 55 tahun di Banyumas yang dihadapkan ke meja hijau ‘hanya’ karena kejahatan kecil yang gagal dilakukannya, mencuri 3 buah kakao dari suatu perkebunan. Nenek Minah yang membutuhkan buah kakao untuk dijadikan bibit yang akan beliau tanam di ladangnya. Namun ternyata aksi itu gagal, karena ketahuan oleh mandor perkebunan. Sang nenek pun minta maaf dan mengembalikan kakao tersebut.

Namun ternyata kasus ini berbuntut panjang. nenek yang bahkan tidak mengenal tulis menulis dilaporkan perusahaan perkebunan sampai akhirnya beliau harus dihadapkan ke meja hijau, tanpa pengacara yang mendampingi. Nenek yang lugu itu pun menceritakan kejadian bahkan sampai bagaimana susahnya dia harus bolak balik dari desanya ke Purwokerto untuk diperiksa. Padahal jaraknya mencapai 40km. Bahkan, untuk 1 kali perjalanan beliau menghabiskan uang 50ribu, uang yang nilainya cukup besar apalagi bagi seorang petani kecil seperti nenek minah (sampai-sampai Jaksa pun ikut memberikan uang untuk biaya perjalanan beliau).

Putusan akhir majelis menetapkan nenek Minah dihukum percobaan penjara 1 bulan 15 hari di mana nenek Minah tak perlu menjalani hukuman itu, dengan catatan tidak melakukan tindak pidana lain selama masa percobaan tiga bulan. Putusan yang dikeluarkan oleh Majelis Hakim dengan suara tersendat karena menahan tangis karena tersentuh dengan keluguan dan kasus yang menimpa nenek Minah.

Sebuah fakta yang mengharukan tentang seorang Nenek yang menerima ‘keadilan’ hukum. Beliau menerima hukuman atas kesalahan yang diperbuatnya. Bagaimana begitu ketatnya sangsi hukum diberikan kepada rakyat kecil. Mungkin tidak ada yang salah dari tuntutan jaksa -karena dia menerima limpahan perkara dari kepolisian. Begitu juga dengan persidangan yang dipimpin oleh Majelis Hakim. Walaupun terlihat Jaksa dan Hakim pun tidak tega memberikan hukuman tersebut.

Lalu Bagaimana dengan untuk para pejabat dan orang kaya di luar sana. Apakah mereka juga menerima ‘keadilan’ hukum atas segala kesalahan yang sengaja diperbuatnya ? Bahkan tanpa kesadaran untuk minta maaf ?

Terlepas dari persoalan hukum yang menimpa Nenek Minah, saya benar-benar tidak habis pikir dengan perusahaan perkebunan yang tanpa hati nurani menuntut seorang nenek tua bahkan sampai diajukan ke pengadilan. 3 Buah kakao yang dicuri nenek itu, pasti tidak ada artinya dengan kekayaan yang dimiliki pemilik atau pimpinan perusahaan itu. Bahkan ketika sang nenek sudah meminta maaf, dan mengembaliakan kakao itu, mereka masih melaporkan sang nenek. Apakah tidak ada rasa iba dan hati nurani lagi di diri mereka ? Wallahualam

Super Mom By Joanna Fuchs

November 6, 2009 Widya Leave a comment

memom

Mom, you’re a wonderful mother,
So gentle, yet so strong.
The many ways you show you care
Always make me feel I belong.

You’re patient when I’m foolish;
You give guidance when I ask;
It seems you can do most anything;
You’re the master of every task.

You’re a dependable source of comfort;
You’re my cushion when I fall.
You help in times of trouble;
You support me whenever I call.

I love you more than you know;
You have my total respect.
If I had my choice of mothers,
You’d be the one I’d select!

taken from this page



I love you mom …
God, please allow me to make her happy and dont let me dissapoint her

Categories: mY feELing Tags: , , ,

Poem by Mr. President

June 15, 2009 Widya 3 comments

Kangen
by SBY

Rindunya hatiku padamu, Kekasih tambatan jiwa
Di seberang sana

Bolehkah kutitipkan salam lewat burung kenari
yang terus bernyanyi

Sayang,
aku kangen pada pelangi di matamu,
dan kasih indah di dadamu
Masihkah bersemi?

taken from sbypresidenku.com

Categories: fORWarDed, mY feELing Tags: , , ,

Quote of d Day

June 3, 2009 Widya Leave a comment

Taken from statusnya bung Revan di FB, Good analogy ….

Cinta laki-laki seumpama gunung, besar tetapi konstan dan rentan. Sewaktu-waktu bisa saja meletus dan memuntahkan lahar, menghanguskan apa saja yang ditemuinya. – Cinta perempuan seumpama kuku, hanya seujung jari tetapi tumbuh perlahan-lahan, diam-diam, dan terus-menerus bertambah. Jika dipotong akan tumbuh dan tumbuh lagi.

Demi Cinta

June 3, 2009 Widya Leave a comment

Taken from message sent by my sista … Good article

Demi cinta, jangan kau korbankan dirimu
Kedalam lidah – lidah kehancuran.
Engkau boleh mencinta,
Tapi engkau juga harus bisa membenci
Agar tetap tegak semangatmu dan kehidupanmu

Demi Cinta, jangan kau bodohi pikiranmu
Dengan madu – madu manis
yang sudah menjadi asam karena lendir
Engkau boleh mengenang,
Tapi engkau juga harus bisa mencibir
Agar tetap tegak dadamu dan keperkasaanmu

Demi Cinta, jangan kau tiupkan
Seluruh nafasmu ke dalam hatinya
Engkau boleh memuja,
Tetapi engkau juga harus bisa mendongak
Agar tetap tegak kehormatan dan harga dirimu

Demi Cinta, jangan kau selimuti matamu
Dengan bayangan dirinya
Engkau boleh setia,
Tetapi engkau juga harus bisa berpaling
Agar tetap tegak pergaulanmu dan percaya dirimu

Demi Cinta, jangan kau ikat tangan dan kakimu
Yang telah menyuapi mulutmu dan memimpin gerak badanmu
Lalu kau serahkan simpul talimu
Ke dalam kesombongan tangannya
Engkau boleh mengalah
Tapi engkau juga harus bisa membusungkan dada
Agar tetap tegak kemandirianmu dan prinsip hidupmu

Demi Cinta,
Mengapa banyak orang yang menjadi lemah hatinya
Menurunkan harga dirinya
Menghancurkan seluruh hidupnya
Hanya untuk sebuah cinta yang telah tercemar oleh khianat

Maka,
Janganlah engkau loloskan seluruh tubuhmu
Ke dalam sumur kebahagiaan cinta
Sebab, tiada yang dapat menolong dirimu
Saat engkau terbenam didalam pusaran air
Selain kekuatan hatimu sendiri

———-
M. Komarudin Chalil
(Penulis adalah Imam Masjid Daarut Tauhid, Bandung)

Quote of d Day

May 28, 2009 Widya 1 comment

To the world, u may be just one person
But to one person…u may be the world …

Taken from Millis Telkom0109, sent by Joe

Categories: Ishenk, fORWarDed, reporthings Tags: ,

An Other Perspective ’bout a Policeman

May 17, 2009 Widya 3 comments

Nice fact … an other perspective of a Policeman. Good to be shared

Ketulusan Seorang Polantas

Pada Selasa, 12 Mei 2009, sekitar pukul 07.30 sewaktu saya akan berangkat bekerja menggunakan sepeda motor, tiba-tiba ban motor kempis kena paku di Jalan Ring Road dekat lampu merah Cengkareng.

Saat itu lalu lintas sangat padat. Perasaan saya cemas dan takut. Tidak ada yang satupun peduli kepada saya, seorang wanita hamil muda yang berdiri di pinggir jalan memegang motor. Di sekitar lokasi pun tidak terlihat tukang tambal ban.

Tiba-tiba saya dihampiri oleh Bapak Polantas. Dengan sikap ramah dan sopan, dia menawarkan jasa untuk membantu. Karena perlu waktu untuk menghadiri rapat di kantor, tawaran Bapak Polantas agar sepeda motor ditinggal saja saya terima dan saya diantar ke halte bus terdekat untuk menuju kantor.

Bapak Polantas memberikan identitas lengkap dengan nomor handphone. Baru diketahui dia bernama Bripka Parngadi, anggota Polantas Jakarta Barat, yang bertugas di Jalan Daan Mogot, Cengkareng.

Alhamdulillah saya tidak terlambat sampai kantor. Kemudian saat jam istirahat siang saya mengambil motor yang ditinggal di Cengkareng dan menemui Bapak Parngadi. Alangkah bersyukur, ternyata ban motor sudah ditambal. Kemudian saya memberikan uang jasa untuk ongkos tambal ban, tapi Bapak Parngadi menolak. Dia berkata: “Ini sudah menjadi tugas saya sebagai polisi.”

Melalui rubrik ini saya menyampaikan terima kasih kepada Bapak Parngadi yang dengan ketulusan hatinya telah membantu. Sungguh sangat bangga dan terharu ternyata dia berhati mulia. Terima kasih Bapak Parngadi. Sukses Buat Polri.

Amelia
Ciputat, Tanggerang

Taken from Warta Kota page 6, Sabtu, 16 Mei 2009.

mmm … smoga makin banyak polisi kek gini.

Categories: fORWarDed, reporthings Tags: