Survival Mode On (Makan Murah di Benua Kangguru)

First of all, I wanna ‘break’ my plan by writing this post in Bahasa, not in English like I usually did lately …. ^_^

Setelah panjang lebar bercerita dengan english yang gitu-gitu aja tapi sangat ingin mengasah kemampuan menulis mahasiswa yang sedang gencar-gencarnya diberi tugas nulis ribuan kata oleh bapak/ibu dosen unimelb tercinta, kali ini gw pengen nulis pake bahasa Indo aja … Finger Crossed 😀

Satu hal yang mungkin masih luput gw ceritakan di posting-postingan sebelumnya adalah salah satu komponen termahal untuk hidup di melbourne adalah MAKAN. 1 kali makan standar ala mahasiswa di kampus, bisa dihargai AUD7 yang kalo diconvert ke indo bisa sekitar 70 rebuan lebih. Jenis apakah makanannya ? Warteg sodara-sodara  ! .. Makanan yang terkenal dengan murah meriah nya di Indo, yang range rasanya bisa macam-macam … mulai dari biasa aja, enak sampai enak banget. Naahhh yang murah meriah dan bisa cuma berharga 10rebuan itu 7 kali lipatnya lah di melbourne. Kalau mau makan ‘sedikit’ enak, dalam artian naik pangkat dari warteg ke ayam penyet, siap2 merogoh kocek lebih dalam (AUD 10 – 13). 130rebu makan ayam penyeett ??? di Indo udah dpt 10 porsi mamaaaa ….. 😥

Tapi dont worry … Mau hidup hemat di Melbourne jg gampang (hemat dalam artian murah ala melbourne yaa .. jangan dibandingin sama warteg ato ayam penyet lagi lho :D). Kunci pertama adalah : Carilah flat, apartment dan sejenisnya yang memiliki peralatan dapur yang komplit. Karena untuk hidup ‘hemat’ dan tentu saja bisa mendapat makanan yang Insya Allah halal paling gampang ya dengan memasak. Jangan khawatir bagi yang ga pernah punya pengalaman memasak  sebelumnya. Ada banyak bumbu instan siap pakai dan resep masakan yang berseliweran di dunia maya. Tinggal googling dan nemu dah resep masakan.

Lucky for me, sejak zaman berseragam putih biru, gw sudah cukup familiar dengan dapur dan segala proses masak memasak. Walaupun sampai SMA posisi gw lebh banyak sbg asisten ibu yang memang hampir selalu berkecimpung di dapur tiap harinya untuk memastikan kami semua di rumah dapat asupan gizi yang komplit. Pengalaman mandiri gw di dapur udah dimulai sejak jauh dr ortu dan kuliah di ITB. Walaupun ya gt deh … masak yang gampang dan murah … Untungnya lagi seiring berjalannya waktu, gw terkadang punya kesempatan praktek masak yang agak ribet dan kompleks pada saat mudik. Alhasil, walaupun ga jago-jago amat, gw cukup terbiasa dengan pekerjaan dapur yang satu ini. Couldn’t say anything but super thank you for my beloved mom untuk itu …. Beliau lah yang selama ini rajin meminta gw nemenin beliau di dapur … Kali ini, gw bener-bener nyadar, alasan dibalik itu semua sekarang -jadi mewek kangen ibu :’)

Masak-memasak di rumah ini pada akhirnya ternyata ngebantu banget pas nyampe melbourne, terutama karena gw sendiri emang ga terlalu suka dengan masakan yang berasal dr bumbu instan. Ibu gw di rumah selalu bikin masakan dari nol, dari bahan mentah sampai jadilah makanan yang bisa dimakan. Efeknya ya gt, gw ga terlalu suka dengan masakan hasil bumbu jadi yang bertebaran di supermarket. Jadilah gw butuh hunting-hunting bahan masakan jg di kota ini. Naah … melbourne punya Queen Victoria Market, pusatnya pasar tradisional yang letaknya cuma sekitar 300 m dari apartment gw. Tinggal jalan kaki 10 menit doank nyampe. Sama lah kayak gw jalan ke pasar pagi di Bukittinggi sono. I guess God helps me with this 🙂

Tinggal di apartment dengan peralatan masak komplit, lokasi apartment cum 10′ dari pasar tradisional nya melbourne dan 1 km dari supermarket yang jual bumbu indo …. komplitlah alasan gw buat kembali beraktivitas di dapur.

Anw, based on request dari beberapa orang … selain My Melbourne Life, gw mungkin jg akan sharing resep masakan ala coba-coba yang pernah gw masak selama berada di Melbourne. Smoga tugas gw ga bejibun2 amat sehingga blog ini akan terupdate dengan segala akivitas dan resep seperti yg gw sebutkan di postingan ini dan postingan terdahulu

Sekian dulu yaaa ….

Salam winter menjelang spring dari melbourne (efek ngeliat matahri dan prakiraan cuaca yang berkisar 16-18 derajat saja … xixixi)

Cheers,

Melbourne, 27 Agustus 2014

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s