Izinkan aku kembali berdoa

muslim-woman-praying

Telah berulang kali aku mencoba pergi. Memaksakan diri terbangun dari mimpi yang tak berkesudahan. Melepaskan diri dari asa yang tak kunjung terpuaskan …

Terkadang aku begitu percaya diri, meyakinkan diriku sendiri bahwa aku telah berhasil menutup rapat pintu pengharapan. Menyimpan semua pinta dan rasa di sudut hati yang tak kan pernah lagi kubuka …

Tapi ketika setitik cahaya itu datang, Aku tidak bisa mencegah diriku untuk kembali memupuk angan-angan. Menyirami kembali benih impian yang sempat layu karena kenyataan …

Ketika setitik embun mengiringi hadirnya mentari pagi, Aku tidak bisa menahan diri untuk tidak memupuk asa, bahwa gelapnya malam akan segera berganti dengan hari baru penuh dengan cahaya …

Maka izinkan kali ini aku kembali berdoa, agar Tuhan mengarahkan dua jalan ke satu titik pertemuan, untuk kemudian menyatukannya perjalanan kita di satu jalur yang sama …

Melbourne, 08 September 2015, 01.50 AM

Pic taken from here

Stay with me

Image

Be here .. stay with me

I’ve done enough with people come and go .. especially ones who left without even care to turn their head back or sent a simple good bye. I’m tired of being left, after all those things, what I had been through … there’s only me my self, here with head full of question with one question word : “why”

Then, please be here … stay with me

Whatever tomorrow brings .. whatever wait for us in the end of the road, I’m sincerely asking you .. Please do not walk away. Just stay here, be with me …. as long as you can …

Bandung, May 14th 2014

pic taken from here 

Pengakuan ….

Oke …

aku mengaku sekarang …

aku KALAH …

Kalah dalam pertarungan melawan rasa

Dari awal memang senjata yang kupersiapkan tidak lah cukup untuk masuk ke dalam pertarungan batin yang tak berkesudahan. Keyakinan yang menjadi senjata utama pun tak mampu kukuasai sepenuhnya.

Oke ..

Aku sadar dari awal, rasa optimis akan kemenangan yang seringkali aku perdengarkan sebenarnya semu dan bias. Seperti asa yang terus kucoba benamkan, walau ia berontak untuk diberi kesempatan.

Dan beginilah akhirnya …

Aku tetap di sini …

Ditemani satu sosok yang tak mau beranjak pergi …. KERINDUAN

Untitled ….

Lelah itu datang lagi … Kali ini ia tidak hanya menghampiri raga yang terus mencoba bertahan. Ia berinisiatif masuk ke dalam otak bahkan ikut turun merasuk ke relung hati ..

Lelah ini membangkitkan kesadaran … bahwa aku terlalu keras berjuang … Terlalu gengsi untuk berhenti … Terlalu takut untuk pergi …

Dan ketika kuputuskan pergi, bukannya lega yang kudapat tapi justru luka yang semakin dalam …
Tapi jika kupilih terus di sini, rasa takut akan kelelahan tak berujung enggan pergi dari pikiran

Maka ketika kehadirkanmu mendatangkan luka dan kepergianmu mengukir rindu ….
Mana yang harus kupilih, pengobat rindu atau penawar luka ?

 

Kita ….

Hadir
Antara khayalan dan kenyataan
Antara hati dan logika
Antara semu dan nyata
Antara ada dan tiada …

Tidak jelas kapan awalnya
Lalu kemudian berakhir tanpa kata

Dan sampailah kita pada akhir perjalanan yang aku sendiri tidak sadar kapan bermula

Malam ini kutitipkan sejumput memori pada rembulan di atas sana …
Karena kala pagi esok menyapa …
Tidak akan pernah ada lagi ‘kita’ …

Self Note ….


Saat ini atau nanti …

Kuserahkan padamu untuk memilih, kapan kau harus berhenti.

Kau sendiri sadar betapa semu nya asa yang kau tanam,
Betapa rapuhnya dahan tempat kau berpegang ….

Teruslah memanjat karena pemandangan di atas sana memang jauh lebih indah …
Tapi ingatlah, dahan tempat kau bergantung sangat rapuh dan kau bisa jatuh kapan saja dengan rasa sakit yang tak terkira …

Pilihan ada padamu ..
Terus berlari mengejar mimpi
Atau bangun dari kenyataan tuk cegah luka di kemudian hari ….

Taken from my other room