Challenging Myself

Personal-Challenges2

Yesterday, one of my friend challenged me to do something that seems so easy to execute but in fact it is so difficult to accomplish.

Today, in my first day of challenge, I failed straight away …. 😦

It’s so hard to act based on your logic when your heart told you otherwise …

Let’s see tomorrow …

I do hope I can do better even thought deep inside I just have a feeling that I’ll face another failure …

Good Mall

H-1 sebelum menapaki ‘hari baru’, saya dan Rahma ngelayap di seputaran Blok M. Ga da tujuan yang jelas siy sebenernya, karena niat kita emang cuma melepas stres (ceileeh stres yang mana .. masuk kerja aja blom .. hehehe 🙂 ). Dimulai dari berputar-putar tak tentu arah di Blok M Plaza, lanjut ke Blok M square yang masih sangat sepi, lanjut ke Pasar Raya Grande dan berakhir di Mal Blok M.

No thing’s spesial siy sebenernya, kecuali satu hal yang jadi catatan saya. Di Pasar Raya Grande, saya dan teman saya melaksanakan shalat magrib. Sebenernya kami tidak merencanakan untuk shalat di sana, tapi berhubung langkah kaki menuntun ke lantai paling atas dan menemukan Mesjid Al Latief (kalo ga salah siy namanya ini .. hehehehe). Dan untuk pertama kali (kayak kerispatih aja … hehehe), saya menemukan mesjid yang indah di suatu Mall besar. Lingkungan Mesjid yang super bersih karena terawat (atau karna ga dipake ya .. :p ), tempat wudhu cewek dan cowok yang benar-benar terpisah dan bagus, sampai tempat shalat yang benar-benar bersih. Kata temen saya yang pernah ke Pasar Raya Grande, di Mall ini juga ada Mushalla yang bagus dan bersih di lantai 3. MMM … salah satu contoh Mall yang bagus niy … menempatkan tempat ibadah di lokasi semestinya. Bukan terselip di parkiran atau di lantai paling bawah yang super pengap.

Btw, I took some pics of d’ mosque

Strange Phenomenon

Sunday evening, September 07th, 2008, I went back from weekend holiday in Bandung. Travelling by train, I left Bandung on 3pm and arrived Gambir on 6.30 pm. I was planning to take a bus for going back home directly Gambir-Slipi. But , ‘unpatient me’ told my self to go to Busway shulter, took a busway to Harmony-Benhill and then 213 Bus from Benhil to Slipi.

It was about 7pm, in a Busway, near Harmony shelter, I saw a group of people who drove motorcycle with many symbols of islam in their flags came around. Spontanously, I looked at my watch, and made sure myself, it was 7pm. I tried to think positive, and told my self, they were in a convoy to go to Masjid for Isha Prayer.

But when I was in harmony shelter, I thought I was wrong. It’s about 7.15pm and they were still in their convoy. It was really ironic. In one side, they brought many symbols of islam, spoke about Khilafah of Islam, but in other side, they even didn’t do Isha and Tarawih Prayer in proper time.

Strange Phenomenon isn’t it? When we spoke loudly about how this country supposed to govern in a islam way, but we even didn’t do basic mandatory duty that Allah tell us to do.

[OOT] First time posting in English indicates that my grammar is so bad … Aaargghhhhh 😦

Demo = Rusuh ??

Demo = Rusuh ?
Dari segi pengertian jelas beda. Dari segi tujuan apalagi. Yang satu untuk kebaikan yang satu lagi bikin onar. Tapi kenapa seringkali demo berakhir rusuh ?

Selasa sore kemaren, ada demo sekaligus rusuh di DPR-Semanggi-Sudirman. Materinya sendiri ttg Kenaikan BBM. Klo dari info ibu ini yang notabene kerja di senayan sono, ada sidang yang ngebahas kenaikan BBM terkait Hak Angket, dihadiri oleh Anggota DPR, Menteri dan perwakilan mahasiswa. Hasilnya, ‘katanya’ ga jadi ngajuin karena kenaikan dinilai sudah layak. Nah, kesimpulannya siapapun harus bisa menerima kenaikan itu karena 2 lembanga negara (eksekutif dan legislatif) sudah sepakat. (lagian klo ga diterima, masih mungkin turun yak ??? )

Nah, demonstran di luar DPR ternyata ga puas dengan hasil tersebut dan mulai membuat rusuh. Melempari polisi dengan batu dan merusak gerbang DPR. Karena gagal masuk DPR, mundur ke arah semanggi-Atmajaya dan memblokir jalan sudirman, menyandera bus pemprov DKI (yang isinya ibu-ibu donk …), mencegat satu mobil plat merah dan membakarnya. Sedangkan polisi, -seperti biasa- menyemprotkan gas air mata, berusaha memukul mundur mahasiswa, main pentungan, dan –katanya dengan tidak sengaja- menabrak mahasiswa.

Saya bukan orang yang suka ikutan demo dan bukan pula anti demo. Tapi saya rasa kerusuhan yang terjadi kali ini sudah kelewatan. Kelompok demonstran melakukan berbagai tindakan yang sangat merugikan rakyat. Pengguna jalan dan plaza semanggi ketakutan, masyarakat di seputaran sudirman jadi susah pulang ke rumah, ada kerugian karena mobil yang dibakar dan berbagai kerugian lainnya. So, apa yang namanya membela rakyat ? Rakyat yang mana yang dibela ? Apa mereka lupa, pengguna jalan, ibu-ibu pegawai pemda DKI yang busnya mereka sandra, pegawai pemerintah yang mobilnya mereka bakar, ITU SEMUA ADALAH RAKYAT !!!!

Kalo pun sekarang polisi menindak mereka -memenjarakan, menyemprot dengan gas air mata bahkan memukul mundur para demonstran-, jangan salahkan polisi donk. Karena pada dasarnya polisi itu tugasnya menjaga kemanan dan membela rakyat. Dan menurut saya, kali ini polisi benar-benar menjalankan tugasnya. ‘Memberantas’ orang-orang yang mengganggu kepentingan rakyat.

Tolong ya kepada LSM dan Bapak-bapak KOMNAS HAM yang selalu saja menjadi ‘pembela’ para demonstran kalau merka ‘diindak’ polisi, bersikaplah adil. Jangan hanya membela HAM para demonstran, bela juga Hak Azasi  Rakyat yang terganngu dengan keberadaan mereka, bela juga Hak Azasi Ibu-Ibu Pemda DKI, bela juga Hak Azasi PNS yang mobil dinasnya dibakar, BELA JUGA HAK AZASI POLISI yang kena lemparan batu mereka. Ingat, mereka itu juga MANUSIA yang punya Hak Azasi.

Media juga jangan terlalu memojokkan polisi. Kasih berita yang informatif dan berimbang donk. Rakyat butuh informasi yang akurat. Jangan hanya sepotong-sepotong. Klo ga mau netral, mendingan ga usah bikin media de

Education Vs Entertainment

Hari sabtu kemaren di dekat rumah saya ada 2 even yang cukup gede yang bikin jalanan pada macet n lapangan monumen full of car/people.

Even pertama itu wisudaannya UNPAD. n Even yang satunya itu launching album peter pan. No problem siy sebnernya karena jadwal acaranya beda. Yang satu 8.00-11.00 A.M. yang satu lagi 8.00-11.00 P.M. So, what’s the problem ?

Problemnya adalah, panitia acara peter pan itu ngadain check soudnya barengan dengan jadwal acaranya wisuda UNPAD. Kebayang ga siy, di aula UNPAD lagi upacara wisuda, di seberang jalan, terdengar bunyi drum digebuk …

Sayang banget siy, acara resmi bertemakan education harus ‘terganggu’ dengan acara yang lebih fun bertemakan ‘entertainment’ …